Select Page

Jelang Pilpres, NCID Sebut Isu Ekonomi Jadi Primadona

Jelang Pilpres, NCID Sebut Isu Ekonomi Jadi Primadona

JAKARTA — Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, pasar saat ini menjadi komoditas menarik dalam pertarungan pilpres 2019, dimulai dari politik klaim tempe hingga saling sindir masalah harga.  Hal ini semakin menunjukan jika permasalahan bidang ekonomi menjadi kartu as bagi masing-masing peserta pilpres 2019 untuk menarik simpati masyarakat dalam kampanye.

“Sisi lain yang menarik dari isu harga bahan pokok di pasar ini terbukti membuat petahana terlihat kalang kabut, saking paniknya Jokowi terpaksa melakukan sidak ke pasar atau yang biasa disebut blusukan untuk memastikan langsung, yang menarik justru sebelumnya Jokowi juga mengatakan jika tiap pagi apakah ini indikasi jika Jokowi memang sudah tidak percaya kepada data yang disuguhkan kementriannya atau jangan-jangan memang benar hanya sebatas pencitraan” tutur Jajat.

Jajat menilai, isu ekonomi sudah menjadi primadona dari berbagai isu lainnya dalam pilpres kali ini dan pangkal dari isu ini berada di pasar, hal ini sangat wajar mengingat isu ekonomi ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, selain itu, hal ini juga menjadi salah satu faktor yang dijadikan tolak ukur hasil kerja Jokowi selama berkuasa. Namun, kika kerap terjadi perbedaan data, justru ini yang perlu di pertegas karena terbukti data yang di suguhkan pemerintah tidak sesuai dengan ekspektasi di lapangan dan tidak bisa dijadikan patokan.

“Isu harga bahan pokok dipasar yang sudah menjadi komoditas politik para kontestan pilpres 2019 adalah wujud kegagalan pemerintah dalam bidang ekonomi, jika ekonomi kita baik kenapa Jokowi harus panik dengan isu harga bahan pokok, saya kira hal ini berlebihan mengingat Jokowi sudah gagal mewudukan ekonomi yang meroket tapi yang terjadi malah harga-harga yang meroket” tutup Jajat.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.