Select Page

KPK Tangkap Bupati Mesuji dan 7 Orang Lainnya, Bawa Kardus Berisi Uang Rp 1 Miliar

ASPRI.id  — Sebanyak 8 orang, salah satunya Bupati Mesuji, Lampung, Khamami terjaring Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK dalam operasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang berlangsung sejak Rabu (23/1/2019) hingga Kamis (24/1/2019) dini hari.

Dilansir dari Tribunnews.com, OTT KPK kali ini terjadi di tiga lokasi provinsi Lampung. Ketiga Lokasi tersebut yakni di bandar Lampung, Lampung Tengah dan Mesuji. Dari beberapa informasi, termasuk yang dilansir dari Tribunnews.com, satu di antaranya diduga adalah Bupati Mesuji, Khamami Pria kelahiran Kebumen, 8 Februari 1968 tersebut merupakan bupati aktif dan pada saat ini memasuki periode kedua, Periode 2012-2017 dan 2017-2022.

Mengutip dari Tribun Jateng, sebelumnya Sang Bupati Mesuji Khamami yang berpasangan dengan H Saply TH (Wakil Bupati Mesuji) itu juga pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Lampung Periode 2004-2009 dan 2009-2014. Selain Khamami, nama yang disebut-sebut turut serta diamankan KPK dalam OTT tersebut seorang kontraktor, adik politisi di Lampung.

Selain itu KPK juga mengatakan jika kemudian ada unsur swasta dan pegawai negeri sipil (PNS) yang ikut terjaring. Menurut Febri, pihak yang diamankan akan segera dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Kamis ini akan dibawa ke Jakarta rencananya secara bertahap ataupun secara keseluruhan,” kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis dini hari. Penangkapan terhadap 8 orang itu dilakukan karena ada dugaan realisasi commitment fee terkait sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji.

“Diduga terkait proyek infrastuktur di Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Mesuji,” ujarnya. KPK juga mengamankan uang dalam pecahan Rp 100 ribu yang terikat dan disimpan di dalam kardus. Febri belum bisa memastikan secara spesifik jumlahnya karena masih terus dihitung. KPK, kata Febri, memperkirakan nilai uang yang diamankan dalam kardus itu sekitar Rp 1 miliar.

“Kalau jumlahnya estimasi satu kardus sekitar Rp 1 miliar. Tetapi pastinya, jumlah pastinya kami nanti sampaikan.” “Dari ukurannya diperkirakan demikian. Tapi saya kira di konferensi pers akan disampaikan secara langsung,” katanya Febri menambahkan, akan menentukan status kedelapan orang yang diamankan dalam gelar OTT kali ini. “Waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status pihak yang diamankan,” tandasnya saat mengutip dari Tribun Lampung.

Sementara itu, pagi subuh ini mobil yang terparkir disamping Ditreskrimsus Polda Lampung mulai meninggalkan Polda Lampung. Setidaknya tiga mobil tersebut diduga membawa tim penyidik KPK dan beberapa orang yang terjaring OTT pergi untuk bertolak ke Jakarta.

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.